Jumat, 23 November 2018

RAPID-FARMAKOFOR

Farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat  berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual , terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku (Dror, et al, 2010). 

Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung-jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut (Thomas, 2007).

Pendekatan farmakofor telah menjadi salah satu alat utama dalam penemuan obat. Berbagai metode berbasis ligan dan berbasis struktur telah dikembangkan untuk permodelan farmakofor yang lebih baik dan telah berhasil dan diterapkan luas. Fitur pendekatan farmakofor ini diharapkan dapat memperkecil waktu dan biaya dalam penemuan dan perkembangan obat baru. Fitur khas pada farmakofor yaitu : sentral hidrofobik, cincin aromatik, akseptor atau donor hidrogen, kation dan anion. Titik farmakofer ini bisa saja terletak pada ligand itu sendiri atau bisa terletak di reseptor.   

             DAFTAR PUSTAKA
             
                     Dror, Orant, et al. 2010. A Novel Approach Efficient Pharmacophore Based Virtual Screening. Available at       http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2767445 [ Diakses pada 24 November 2018].

                 Thomas, E, et al. 2007. Identification anfd Preiiminary StructureActivity Relationship, Journal Of Natural Product , Vol 7 (8): 1278-1282.

            Pertanyaan :
             1. bagaimana cara menentukan farmakofor ?
             2. apa fungsi utama farmakofor ?
            3. apakah dalam satu struktur senyawa obat dapat memiliki farmakofor yang berbeda beda ? tolong jelaskan
             4. mengapa farmakofor merupakan suatu alat dalam penemuan obat ? tolong jelaskan
             5. bagaimana cara menentukan letak farmakofor dalam suatu senyawa?

96 komentar:

  1. Hai puti...
    postingannya bermanfaat sekali,, saya bantu jawab soal no 3:
    Menurut saya dalam farmakofor itu sendiri bisa saja terbentuk 2 jenis ikatan asalkan gugus farmakofor nya memiliki struktur dan sifat yang sama dengan reseptor maka ikatan dapat terbentuk.. Itu sih jawaban dari saya,, apabila ada kekurangan boleh ditambahkan..
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo kurnia, jawabannya sangat mmbantu sekali. terimaksih:)

      Hapus
  2. Saya bantu menjawab untuk nmor 2 :
    untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau sy untuk farmokofor pd suatu obat yg memiliki efek biologis berbeda, memiliki farmakofor berbeda pula krna farmakofor inilah yg berikatan dgn reseptor sehingga mnimbulkan efek biologis

      Hapus
    2. iya, dari buku referensi yg saya dapat jg seperti itu. terimakasih Mega, sudah menambahkan:)

      Hapus
    3. Terimakasih Sindi, jawabanya sangat membantu sekali:)

      Hapus
  3. Hy puti, saya ingin mencoba menjawab no 4
    menurut saya karena dengan farmakofor, dapat diidentifikasi ikatan yang terjadi antara molekul obat dengan reseptornya, sehingga dapat ditentukan efek biologis yang dihasilkan, dimana dalam menemukan obat, kita harus mengetahui struktur dari reseptor dan efek apa yang diinginkan dari obat tersebut sehingga diperlukan identifikasi farmakofor

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo Hefiza, jawabannya sangat membantu sekali. terimakasih:)

      Hapus
  4. Hallo puti. Kakak akan coba bntu jawab no 5. Silahkan dikoreksi jk salah Dengan memperhatikan fitur dari farmakofor itu sendiri, yaitu :
    HBA (Hydrogen Bond Acceptor), HBD (Hydrogen Bond Donor),Hidrofobik, Cincin Aromatik. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo Kak Anggun,
      apakah cara ini menggunakan suatu aplikasi ? atau bisa di gunakan secara manual day ?

      Hapus
    2. haloo Kak Anggun,
      apakah cara ini menggunakan suatu aplikasi ? atau bisa di gunakan secara manual day ?

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. hai puti, postingan ini sangat bermanfaat , saya bantu dengan menjawab soal nomor 3 , setau sy untuk farmokofor pd suatu obat yg memiliki efek biologis berbeda, memiliki farmakofor berbeda pula krna farmakofor inilah yg berikatan dgn reseptor sehingga mnimbulkan efek biologis

    BalasHapus
  7. Hai puti saya akan bantu Jawaban nomor 2 yaitu Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya. Menurut (IUPAC), framakofor merupakan ensembel fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekuler interaksi yang optimal dengan struktur biologis target yang spesifik dan untuk memicu atau memblok respon biologisnya. Farmakofor tidak merepresentasikan kondisi nyata molekul atau asosiasi gugus fungsional secara nyata, namun merupakan konsep abstrak yang berhubungan dengan kapasitas interaksi molekuler secara umum dari kelompok senyawa berkaitan dengan struktur targetnya. Farmakofor dapat didefinisikan sebagai denominator umum terbesar yang ditunjukan oleh set molekul yang aktif. Definisi ini menghilangkan kesalahan yang sering ditemukan pada literatur kimia medisinal yang mengandung penamaan farmakofor fungsional kimia sederhana seperti guanidin, sulfonamida atau dihidroimidazol (bentuk imidazolin), atau tipikal struktural skeleton seperti flavon, fenotiazin, prostaglandin atau steroid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo Arion, jawabannya sangat membantu sekali. tetapi menurut saya untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya.
      terimaksih:)

      Hapus
  8. Hallo putti kk akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu
    1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
    2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
    3.untuk mengetahui konformasi aktif
    4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
    5.Penting untuk penemuan suatu obat baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo kak Rolly, terimakasih jawabannya sangat membantu sekali:)

      Hapus
  9. Hallo putti kk akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu
    1.Mengetahui Suatu gugus-gugus yang penting dengan berikatan suatu reseptor
    2.Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul-molekul
    3.untuk mengetahui konformasi aktif
    4.untuk merancang atau mendesign dari suatu obat
    5.Penting untuk penemuan suatu obat baru

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum hayy Puti saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
    1.Identifikasi farmakofor

    · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru
    2. Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya.
    4. Hal ini di karenakan farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual.
    5. · Menentukan posisi 3D obat dengan target

    · Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor

    · Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul

    · Penting sebagai dasar merancang obat

    · Penting dalam hal menemukan obat baru
    Semoga bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo Dyah.
      WAH! terimakasih telah menjawab semua pertanyaan. sangat membantu sekali, the best konenggg!:))

      Hapus
  11. Hai Puti, Artikel yang menarik. menurut saya fungsi utama dari farmakofor adalah untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya

    BalasHapus
  12. Hii puti terimakasih sudah menulis dsni sya akan coba jwb pertanyaan no 2 fungsi farmakofor adalah untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya

    BalasHapus
  13. Hay kakak,, artikelnya sangat bagus sekali, dan sangat mudah dipahami..terimakasih
    Apa kelebihan metode rapid dia bandingkan dengan metode lainnya?

    BalasHapus
  14. Hai puti tulisan nya sangat bermanfaat. Selain kelebihan tentunya rapid juga memiliki kekurangan, kekurangan dari metode ini apa ya put?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay,boleh sya bantu jawab
      Ya benar rapid pnya kekurangan
      Slah satu nya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  15. Saya bantu menjawab untuk nmor 2 : 
    untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya. Terima kasih

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Penjelasannya sangat membantu
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  18. Hai puti,artikelnya sangat menarik hati abang abang farmasi 2015

    BalasHapus
  19. artikelnya sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  20. terima kasih! penjelasannya baik sekali.

    BalasHapus
  21. no 5. Dengan memperhatikan fitur dari farmakofor itu sendiri, yaitu :
    HBA (Hydrogen Bond Acceptor), HBD (Hydrogen Bond Donor),Hidrofobik, Cincin Aromatik. Terima kasih

    BalasHapus
  22. Hao Puti Isnaini,kekuran kek Metode Rapid ini yaitu tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor.

    BalasHapus
  23. Terima kasih,artikelnya bagus dan sangat membantu.

    BalasHapus
  24. Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat mantap.

    BalasHapus
  25. Halo puti, artikel nya sangat bermanfaat, terima kasih atas informasinya

    BalasHapus
  26. Terimakasih puti artikel dan informasinya sangat bermanfaat dan membantu perkuliahan saya :)

    BalasHapus
  27. puti, saya ingin mencoba menjawab no 4
    menurut saya karena dengan farmakofor, dapat diidentifikasi ikatan yang terjadi antara molekul obat dengan reseptornya, sehingga dapat ditentukan efek biologis yang dihasilkan, dimana dalam menemukan obat, kita harus mengetahui struktur dari reseptor dan efek apa yang diinginkan dari obat tersebut sehingga diperlukan identifikasi farmakofor

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
  29. Ha puti. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Menurut saya dalam farmakofor itu sendiri bisa saja terbentuk 2 jenis ikatan asalkan gugus farmakofor nya memiliki struktur dan sifat yang sama dengan reseptor maka ikatan dapat terbentuk.

    BalasHapus
  30. info yang bermanfaat nih, cukup membantu gw dalam riset...
    izin untuk memakai materinya untuk bahan riset ya

    BalasHapus
  31. Sangat bermanfaat ����

    BalasHapus
  32. Wah terimakasih mbak ilmunya sangat bermanfaat dan membantu kami kami para mahasiswa👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  33. Terima kasih informasinya, sangat informatif dan edukatif, dan sangat menambah referensi dan ilmu bagi saya, namun disini saya juga mau memberi masukan, sekiranya pustakanya bisa lebih diperbanyak agar yang melihat juga bisa melihat lebih banyak sumber referensi, dan juga untuk tahun kepustakaannya sekiranya untuk artikel selanjutnya sumber referensi memiliki tahun yang tidak terlalu jauh (misal 5 tahun kebelakang). namun tetap saya sampaikan terima kasih telah memberikan artikel yang edukatif dan informatif seperti ini, jangan bosan menulis, tetap semangat, terimakasih

    BalasHapus
  34. Terima kasih kak ilmunya :) sangat bermanfaat👍👍sukses selalu

    BalasHapus
  35. Terimakasih atas penjelasannya. Selain pendekatan farmakofor, adakah pendekatan lain yang biasa digunakan dalam penentuan obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo sy bantu jawab ya kaa,
      metode lainnya yg bs kita lakukan yaitu metode DOCKING MOLEKULAR, metode ini lebih efisien dan lebih efektif karena metode dengan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yg menjadi targetnya pd uji invitro.

      Hapus
  36. Hallo puti.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
    Fungsi utama farmakofor yaitu untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif. Dengan diketahui struktur obatnya maka dapat dilakukan modifikasi terhadap strukturnya sehingga dapat memberikan efek yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya saat obat belum dimodifikasi.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  37. Terima kasih, sangat bermanfaat artikelnya :)

    BalasHapus
  38. Hai puti, artikelnya sangat membantu dan bermanfaat :)

    BalasHapus
  39. Sangat bermanfaat sekali infonya makasihh

    BalasHapus
  40. Sangat bermanfaat sekali,terima kasih infonya,sukses selalu.

    BalasHapus
  41. puti saya ingin tahu jenis-jenis obat apa saja ya yang sudah berhasil ditemukan menggunakan metode atau alat farmakofor ini? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk jenis2 obat yg sudah berhasil ditemukan dengan metode ini masi sedikit ya kaa,dikarenakan metode ini masih baru dan terutama untuk obat2 Kanker banyak ditemukan dengan metode ini.
      contohnya untuk obat kanker paru2,jantung,dll.
      terimakasih, semoga membantuu:)

      Hapus
  42. Puti,saya ingin bertanya,apakah ada pendekatan lain selain farmakofor dalam upaya penemuan obat yg lebih efektif dan efisien dri segi waktu dan biaya yang ada,mengingat zaman sekarang kebutuhan yang segalanya harus instan dan cepat. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo,saya bantu jawab ya kaa,
      pendekatan lain dalam penemuan obat yg lebih efektif kita bisa menggunakan DOCKING MOLEKULAR, yaitu dengan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yg menjadi targetnya pd uji invitro. metode ini adalah pendekatan lain dari metode farmakofor dan lebih efisien.
      semoga membantu ya:)

      Hapus
  43. Halo puti, artikel yang sangat menarik sekali di dunia medis. Saya ingin bertanya, apakah metode farmakofor 3D dapat membantu menentukan rantai senyawa penyusun suatu obat dalam bentuk gambar? Hal ini sangat menarik, karena biasanya komposisi obat hanya tertulis komposisi nama kimianya saja. Terimakasih, salam dan semoga sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo, pertanyaan yg menarik kaa,
      ini menariknya dan kelebihan dari metode farmakofor ini, dengan metode ini kita bisa menentukan rantai senyawa penyusun suatu obat dalam bentuk gambar. Karena metode ini menggunakan aplikasi khusus dan hasil dari aplikasi iniditampilkan dalambentuk gambar 3D
      terimakasih, semoga terjawab ya:)

      Hapus
  44. Hai puti, materi yang sangat menarik. Di harapkan untuk dapat memberikan postingan bermanfaat lainnya. Trrimakasih😁

    BalasHapus
  45. the article is very interesting. I hope you can continue to write useful articles like this. make it easier for students to find references for coursework. the inclusion of bibliography is also very useful for us to look for reference books. simple explanations make it easy to understand. thanks.

    BalasHapus
  46. Terimakasih informasinya Puti, sangat inspiratif khususnya buat scientist muda dan memberi wawasan juga bagi mahasiswa banyak.
    Gomawo :)

    BalasHapus
  47. Halo puti, artikel yang sangat menarik sekali di dunia medis. Saya ingin bertanya, apakah metode farmakofor 3D dapat membantu menentukan rantai senyawa penyusun suatu obat dalam bentuk gambar? Hal ini sangat menarik, karena biasanya komposisi obat hanya tertulis komposisi nama kimianya saja. Terimakasih, salam dan semoga sukses.

    BalasHapus
  48. terima kasih puti untuk artikel sangat membantu . saya ingin tau apa hubungan metode farmakofor dengan virtual screening dan molecular docking ? mohon penjelasannya puti . terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah terima kasih atas tanggapannya saya akan menjawab berdasarkan jurnalyang saya baca contohnya pada senyawa piperazin pada virtual screening dan molekular docking senyawa piperazin terhadap reseptor kemokine CCR5 sebagai agen antikanker prostat. dimana derivatif senyawa piperazine dimodelkan secara 3D terhadap reseptor CCR5. penentuan fitur farmakofor dan docking molekul didapatkan berdasarkan struktur reseptor CCR5 dan ligan aktif yang diperoleh dari protein data bank.

      Hapus
  49. Saya bantu menjawab untuk nmor 2 :
    untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya. Terima kasih

    BalasHapus
  50. Sangat bermanfaat sekali nih artikelnya

    BalasHapus
  51. Terima kasih sharing artikel dan ilmunya :)

    BalasHapus
  52. artikelnya sangat menambah pengetahuan. terimakasih :)

    BalasHapus
  53. Artikelnya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  54. Terimakasih sharing artikel dan ilmunya puti :)

    BalasHapus
  55. Mantapp artikelnya terima kasih udh di sharing

    BalasHapus
  56. Terima kasih sharing ilmunnya puti :)

    BalasHapus
  57. Lumayan bermanfaat walaupun saya tidak mengerti.

    BalasHapus
  58. Karna sabaik baiknya manusia ialah yg bermanfaat bagi org lain. Wassalam

    BalasHapus
  59. Terimakasih puti, artikelny sangat bermanfaat

    BalasHapus
  60. Terima kasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  61. Bagus nih artikelnya buat dipelajarin
    thanks much puti

    BalasHapus
  62. Hai puti puti melati alibaba
    Artikel yang sangat bermanfaat untuk dibaca,tapi sayangnya saya tidak membaca. Hanya sekedar membantu mengomentari

    BalasHapus
  63. Semoga artikelnya dapat berguna bagi anak bangsa.

    BalasHapus
  64. Ihhh bagus bgt artikelnya putii

    BalasHapus
  65. Sangat mudah dimengerti materinya terima kasih

    BalasHapus
  66. Terima kasih sudah berbagi ilmunya

    BalasHapus
  67. Saling berbagi dan sharing ilmunya dsini mantapp

    BalasHapus
  68. Assalaamu'alaikum Puti.. Terimakasih atas sharing ilmu nya, semoga berkah dan bermanfaat bagi para pembaca Aamiin :) Keep sharing yaaaa

    BalasHapus
  69. puti, saya ingin mencoba menjawab no 4
    menurut saya karena dengan farmakofor, dapat diidentifikasi ikatan yang terjadi antara molekul obat dengan reseptornya, sehingga dapat ditentukan efek biologis yang dihasilkan, dimana dalam menemukan obat, kita harus mengetahui struktur dari reseptor dan efek apa yang diinginkan dari obat tersebut sehingga diperlukan identifikasi farmakofor

    BalasHapus
  70. puti, saya ingin mencoba menjawab no 4
    menurut saya karena dengan farmakofor, dapat diidentifikasi ikatan yang terjadi antara molekul obat dengan reseptornya, sehingga dapat ditentukan efek biologis yang dihasilkan, dimana dalam menemukan obat, kita harus mengetahui struktur dari reseptor dan efek apa yang diinginkan dari obat tersebut sehingga diperlukan identifikasi farmakofor

    BalasHapus
  71. puti, saya ingin mencoba menjawab no 4
    menurut saya karena dengan farmakofor, dapat diidentifikasi ikatan yang terjadi antara molekul obat dengan reseptornya, sehingga dapat ditentukan efek biologis yang dihasilkan, dimana dalam menemukan obat, kita harus mengetahui struktur dari reseptor dan efek apa yang diinginkan dari obat tersebut sehingga diperlukan identifikasi farmakofor

    BalasHapus
  72. Saya bantu menjawab untuk nmor 2 :
    untuk menjelaskan struktur senyawa yang penting untuk pengikatan dengan reseptor dan menghasilkan farmakofor yang dapat digunakan untuk mengukur fitur struktur dari reseptor obat yang penting untuk aktivitas biologisnya dengan melihat aspek yangberperan terhadap proses pengikatannya. Terima kasih

    BalasHapus